Fenomena yang banyak kita temukan sekarang adalah
maraknya kehadiran sosok – sosok baru yang muncul di berbagai media yang
mengatasnamakan dirinya sebagai Ustadz. Kehadirannya memunculkan pro kontra
yang bersifat negative dari berbagai kalangan dan pandangan para ulama dan
tokoh – tokoh masyarakat. Jika kita ingin benar – benar mempelajari makna
sebenarnya dari Ustadz, maka kita
akan mengetahui bahwa Ustadz memiliki banyak pengertian. Secara umum,
ustadz bisa diartikan sebagai guru atau pendidik. Dalam khazanah Arab, Guru
memiliki beberapa istilah yaitu mudarris,
mu’allim, muaddib, musyrif, murobbi, mursyid dan ustadz. Mudarris artinya guru yang apabila di
spesifikasikan maka akan berarti sebagi orang yang mengajar suatu materi. Kata
Mu’allim artinya pemberi tahu, guru merupakan seorang yang dapat menjadikan
muridnya tahu akan ilmu – ilmu baru, dalam hal ini, seorang guru diharapkan
bisa melakukan transformasi nilai – nilai pendidikan pada muridnya dengan baik.
Sedangkan kata Muaddib atau musyrif dapat diartikan sebagai guru dengan
spesifikasi makna yaitu orang yang mengajarkan adab (moral) dan etika, sehingga
ia mampu menumbuhkan sifat terpuji dan akhlak mulia dalam diri muridnya.
Murobbi dapat dispesifikasikan sebagai seorang pendidik yang dapat mendidik
manusia dalam bentuk apapun, seorang murobbi bagaikan petani yang menanam benih
dan ia harus bertanggung jawab atas benih yang ia tanam sehingga ia akan
memetik hasilnya. Dan Mursyid memiliki makna yang sama dengan murobbi tapi
jangkauan seorang mursyid lebih luas daripada murobbi, karena mursyid dapat
berarti keberadaannya sebagai pendidik bagi masyarakat keseluruhan tapi murobbi
lebih identik pada pendidikan terhadap beberapa murid saja. Itulah beberapa
istilah yang digunakan sebagai sebutan bagi sang guru. Inti dari
keseluruhannya, berarti bahwa seorang ustadz itu merupakan guru yang mampu
untuk memberikan banyak pengetahuan baru, seorang pendidik yang bagi masyarakat
dengan menerapkan benih – benih akhlak mulia dan kebiasaan positif serta sifat
terpuji. Ia adalah seorang guru yang dapat digugu dan ditiru, suri tauladannya
sangat dibutuhkan oleh seluruh lapisan masyarakat dan akan sangat berpengaruh
pada kehidupannya kelak. Di beberapa Negara Arab, ustadz merupakan julukan bagi
seorang profesor.
Namun, di era modern sekarang ini begitu mudah
sekali untuk memberikan sebutan ustadz pada seseorang. Masyarakat kita kurang
akan pengetahuan tentang makna sebenarnya dari ustadz, sebagian beranggapan
bahwa ustadz adalah orang yang menggunakan sorban dan kopiah, atau orang yang
berbicara tentang agama tanpa diketahui apakah pernyataan itu benar atau salah.
Sebagian mengatakan bahwa ustadz adalah orang yang selalu membawa tasbih kemana
– mana padahal mereka tidak tahu apa yang ia gunakan dengan tasbih tersebut.
Dan banyak lagi anggapan yang dilontarkan oleh masyarakat tentang ustadz. Fenomena tersebut dijadikan beberapa orang
untuk menuai sebuah usaha demi mencapai ketenaran yang berpuncak pada kekayaan
harta semata, seperti yang kita lihat di berbagai media masa dari surat kabar
hingga televisi, beberapa orang memperkenalkan dirinya sebagai ustadz dan
mereka berpenampilan yang dianggapnya sebagai salah satu identitas seorang
ustadz, seperti memakai sorban dan kopiah dengan tasbih yang selalu ada di
tangannya, berbicara banyak hal tentang agama tapi belum faham sepenuhnya
tentang apa yang ia bicarakan di depan khalayak ramai, hanya sekedar berbekal
gaya dan perilaku khas masing – masing yang berbeda dari yang lain dengan
gayanya yang sok alim tapi berlawanan
dengan kehidupan nyatanya. Mereka banyak dikagumi oleh masyarakat karena
ketenaran dan selalu mampang di media masa bukan karena suri tauladan atau ilmu
pengetahuan yang dimilikinya. Dan karena itu pula, merekapun menjadikan ustadz
sebagai profesi untuk mencari kekayaan dan ketenaran bukan karena
keterpanggilan untuk menjadi mujaddid
atau seorang yang dapat merubah pola kehidupan umatnya yang semakin lama
semakin memilukan. Hal – hal seperti ini begitu merendahkan citra ustadz yang
sebenarnya.
Keberadaan media masa saat ini sangat sedikit nilai
positifnya dibandingkan dengan nilai - nilai negative yang ada di dalamnya.
Kebanyakan orang bisa cepat terpengaruh oleh beberapa sajian yang ada di media,
contohnya saja dari televisi seorang anak kecil bisa berubah perilakunya
menjadi lebih berani kepada orang lain dalam sisi negative. Anak kecil yang
tidak tahu apa itu memukul tapi setelah melihat tayangan televisi ia jadi
sering memukul. Keprihatinan muncul karena banyaknya masyarakat yang lebih
mengutamakan untuk mendengar ceramah dari televise daripada mendengar ceramah
dari kyai pada sebuah acara hajatan di
rumah tetangganya, jika kita perhatikan betul – betul, ini bisa menjadi perusak
bangunan kokoh persaudaraan antara umat manusia yang dianamakan silaturrahmi.
Orang – orang lebih memilih berdiam di rumah karena merasa fasilitas di rumah
lebih banyak memberikan informasi ketimbang berpergian ke luar dibawah sengatan
terik matahari, padahal, keluar rumah bukan berarti kita hanya akan mendapatkan
apa yang kita tuju tapi kita akan menemukan hal baru yang tak pernah
terpikirkan sebelumnya. Kembali pada contoh pertama, mendengar ceramah di
hajatan tetangga bukan saja untuk mendengar ceramah itu sendiri, disamping itu
kita akan bertemu dengan orang lain, maka dari itu terciptalah hubungan
kekerabatan dan silaturrahmi antar sesama. Dan masih banyak lagi hikmah yang
tersembunyi di balik hakikat kehidupan yang sudah diatur oleh Sang Maha Pencipta. Adapun sebaliknya, ketika seorang
ustadz televisi hadir dalam sebuah acara di suatu daerah, para pendudukpun
berduyun – duyun ingin melihatnya, miris, mereka ingin bertemu dengannya hanya
karena ia sering muncul di layar televise. Padahal, ustadz besar yang
kharismatik tinggal di daerah mereka, namun jarang sekali yang hadir
bersilaturrahmi kepadanya guna menambah ilmu atau mendapat barokah ibadahnya. Dan
sekarang, apakah kita akan tetap mengagung – agungkan ustadz selebriti
ketimbang ustadz haqiqi?... kesempurnaan itu hanya dari Allah dan kekurangan
itu datang dari manusia itu sendiri. Wallahu
a’lam.
akhirnya diposting juga, siiiiip :D
BalasHapus