Ada yang terlewatkan dari hikmah kisah muharroman dan komplek meeting
satu bulan yang lalu.
Hampir setiap
santri, jika ditanya apa manfaat dari komplek meeting? Ya tentu saja sebagai
perekat tali silaturrahim antar santri, khususnya di wilayah Krapyak ini. Namun ternyata, manfaat acara tersebut bukan
hanya itu saja. Hal ini seperti yang
disampaikan oleh Pak As’ad Syamsul Arifin atau yang akrab dipanggil Kang As’ad,
salah satu dari tiga ketua pondok pesantren Al-Munawwir, saat penutupan acara
muharroman dan komplek meeting. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa
acara muharroman bukan sebatas forum silaturrahim saja, tetapi juga sebagai
pengingat dan penolak lupa identitas kita sebagai seorang muslim, seorang santri. Mungkin sebagian besar lupa akan identitasnya
sebagai seorang muslim dan seorang santri, karena telah larut dalam kehidupan di
luar yang berpotensi membuat kita lupa akan identitas diri kita sebenarnya.
Maka dari itu, acara ini ada agar kita ingat kembali, “siapakah diri kita
sebenarnya?”. Poin lain yang disampaikan
Kang As’ad adalah mengenai hijrah. Jika
dahulu Nabi Muhammad SAW berhijrah dari satu tempat ke tempat lain untuk
berdakwah dan beribadah, maka hijrah kita sekarang adalah hijrah dari kebodohan
menuju keilmuan, “Min adz-dzulumaati ilaa an-nuuri”, Dari kegelapan
menuju cahaya yang terang. Sekian.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar