Setiap
orang memiliki potensi yang luar biasa dalam dirinya, diibaratkan gula dalam
air teh panas, jikalau gula itu tak diaduk maka air teh tidaklah terasa manis.
Begitupula manusia, potensi dalam dirinya tidak akan terasa jika dia tidak berusaha
untuk terus menggali potensi yang ada pada dirinya. Dan ini sebagai perumpamaan
dari kasus yang menimpa para remaja zaman sekarang di berbagai penjuru daerah
di Indonesia khususnya, mulai dari kalangan sekolah menengah pertama sampai
kalangan sekolah menengah atas bahkan mahasiswa sekalipun, termasuk didalamnya
santriwati Gontor putri.
Pondok
Modern Darussalam Gontor Putri merupakan
salah satu cabang dari pondok terbesar di Indonesia yaitu Gontor. Pondok yang
didirikan pada tanggal 31 Mei 1991 ini telah dihuni oleh ribuan santriwati yang
berasal dari berbagai daerah di Indonesia dan telah menghasilkan ribuan alumni
pula yang tersebar di seluruh penjuru. Dan sekarang, jumlah santriwati yang ada
berjumlah sebanyak 3.811 orang. Di dalam pondok terdapat berbagai macam
kegiatan yang diciptakan agar menjadi sarana pendidikan mental bagi santriwati.
Pendidikan mental yang dimaksud bukan
hanya sebatas mental yang berarti fisik melainkan juga mental spiritual dan
intelektual serta emosional yang ada pada dirinya. Dari pendidikan inilah terbentuk kepribadian
yang berkarakter dan memiliki mental yang kuat dan handal. Melalui proses yang
panjang dan usaha yang tiada hentinya, akhirnya Gontor berhasil menghasilkan benih
– benih calon pemimpin dan calon ibu yang akan melahirkan para pemimpin dan
pejuang yang bermanfaat bagi agama, bangsa dan negara. Keberhasilan ini
terbukti dengan adanya banyak prestasi yang diraih oleh sebagian santriwati dan
alumni.
Itulah
sekilas cerita tentang Gontor Putri. Ada satu sisi negatif pada santriwati
terkait dengan pendidikan Gontor. Dikatakan dalam salah satu filsafat hidup Gontor
“Gontor hanya memberi kunci dan santri yang bertanggungjawab atas kunci itu”,
pendidikan di Gontor memang dimaksudkan agar menjadi sarana pendidikan mental
dan pembentukan keprbadian santriwati, itu merupakan salah satu kunci yang
diberikan gontor pada santriwati. Tetapi kenyataannya, pendidikan gontor tidak
selamanya menghasilkan santri yang berkepribadian unggul seperti apa yang
dicita – citakan. Karena sebenarnya, prestasi santri tergantung pada dirinya
sendiri.
“Sebesar keinsyafanmu sebesar itu pula
keuntunganmu”, filsafat hidup ini mengajarkan pada santri bahwa segala
prestasi dan keberhasilan yang diperoleh itu tergantung pada usaha, tekad dan
do’a sendiri. Banyak santri yang beranggapan bahwa pendidikan gontor akan
membuatnya jadi seorang yang super dan berkepribadian unggul, pikiran tersebut
memang baik, namun apabila tidak disertai dengan usaha dari diri sendiri maka
keinginan itu tidak akan pernah terwujudkan.
Salah satu contoh yang bisa
diambil yaitu pada kegiatan Public Speaking, mungkin, sebagian santri
ada yang tahu dan ada yang tidak tahu tentang manfaat dari kegiatan tersebut,
namun pada hakikatnya, seorang santri yang berusaha ingin menjadi lebih baik
akan berusaha untuk menjadikan kegiatan ini sebagai ajang pembentukan karakter
dalam dirinya. Dalam artian ingin menjadikan diri lebih baik dari sebelumnya.
Berarti, dapat disimpulkan bahwa sebenarnya
setiap insan memiliki potensi yang ada dalam dirinya dan potensi itu akan dapat
mewarnai kehidupan sehari – harinya ketika ia dapat mengolah itu sendiri dan
terdapat beberapa faktor yang mendoron dia untuk menggalinya seperti motivasi
orang tua, keadaan lingkungan sekitar, dll. Tapi, motivasi terbesar ada pada
dirinya sendiri.
Rabu, 7 November 2012


