Senin, 25 Maret 2013

Potensi Diri


 Setiap orang memiliki potensi yang luar biasa dalam dirinya, diibaratkan gula dalam air teh panas, jikalau gula itu tak diaduk maka air teh tidaklah terasa manis. Begitupula manusia, potensi dalam dirinya tidak akan terasa jika dia tidak berusaha untuk terus menggali potensi yang ada pada dirinya. Dan ini sebagai perumpamaan dari kasus yang menimpa para remaja zaman sekarang di berbagai penjuru daerah di Indonesia khususnya, mulai dari kalangan sekolah menengah pertama sampai kalangan sekolah menengah atas bahkan mahasiswa sekalipun, termasuk didalamnya santriwati Gontor putri.

Pondok Modern Darussalam Gontor Putri  merupakan salah satu cabang dari pondok terbesar di Indonesia yaitu Gontor. Pondok yang didirikan pada tanggal 31 Mei 1991 ini telah dihuni oleh ribuan santriwati yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia dan telah menghasilkan ribuan alumni pula yang tersebar di seluruh penjuru. Dan sekarang, jumlah santriwati yang ada berjumlah sebanyak 3.811 orang. Di dalam pondok terdapat berbagai macam kegiatan yang diciptakan agar menjadi sarana pendidikan mental bagi santriwati. Pendidikan  mental yang dimaksud bukan hanya sebatas mental yang berarti fisik melainkan juga mental spiritual dan intelektual serta emosional yang ada pada dirinya.  Dari pendidikan inilah terbentuk kepribadian yang berkarakter dan memiliki mental yang kuat dan handal. Melalui proses yang panjang dan usaha yang tiada hentinya, akhirnya Gontor berhasil menghasilkan benih – benih calon pemimpin dan calon ibu yang akan melahirkan para pemimpin dan pejuang yang bermanfaat bagi agama, bangsa dan negara. Keberhasilan ini terbukti dengan adanya banyak prestasi yang diraih oleh sebagian santriwati dan alumni.

Itulah sekilas cerita tentang Gontor Putri. Ada satu sisi negatif pada santriwati terkait dengan pendidikan Gontor. Dikatakan dalam salah satu filsafat hidup Gontor “Gontor hanya memberi kunci dan santri yang bertanggungjawab atas kunci itu”, pendidikan di Gontor memang dimaksudkan agar menjadi sarana pendidikan mental dan pembentukan keprbadian santriwati, itu merupakan salah satu kunci yang diberikan gontor pada santriwati. Tetapi kenyataannya, pendidikan gontor tidak selamanya menghasilkan santri yang berkepribadian unggul seperti apa yang dicita – citakan. Karena sebenarnya, prestasi santri tergantung pada dirinya sendiri.

“Sebesar keinsyafanmu sebesar itu pula keuntunganmu”, filsafat hidup ini mengajarkan pada santri bahwa segala prestasi dan keberhasilan yang diperoleh itu tergantung pada usaha, tekad dan do’a sendiri. Banyak santri yang beranggapan bahwa pendidikan gontor akan membuatnya jadi seorang yang super dan berkepribadian unggul, pikiran tersebut memang baik, namun apabila tidak disertai dengan usaha dari diri sendiri maka keinginan itu tidak akan pernah terwujudkan.

Salah satu contoh yang bisa diambil yaitu pada kegiatan Public Speaking, mungkin, sebagian santri ada yang tahu dan ada yang tidak tahu tentang manfaat dari kegiatan tersebut, namun pada hakikatnya, seorang santri yang berusaha ingin menjadi lebih baik akan berusaha untuk menjadikan kegiatan ini sebagai ajang pembentukan karakter dalam dirinya. Dalam artian ingin menjadikan diri lebih baik dari sebelumnya.

Berarti, dapat disimpulkan bahwa sebenarnya setiap insan memiliki potensi yang ada dalam dirinya dan potensi itu akan dapat mewarnai kehidupan sehari – harinya ketika ia dapat mengolah itu sendiri dan terdapat beberapa faktor yang mendoron dia untuk menggalinya seperti motivasi orang tua, keadaan lingkungan sekitar, dll. Tapi, motivasi terbesar ada pada dirinya sendiri. 

                                                                                                      Rabu, 7 November 2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar