Cinta selalu menjadi objek perbincangan yang menarik bagi manusia terutama kalangan muda yang menginjak masa remaja. Sebenarnya, apa itu cinta?.Kata Mario Teguh, "Apa arti cinta sesungguhnya dilihat dari sudut pandang yang menghebatkan kehidupan". Ada yang mengatakan bahwa cinta adalah sesuatu yang dapat dirasa, tapi sulit untuk diungkapkan dengan kata - kata. Sebab itulah, jarang sekali menemukan definisi yang tepat untuk "Cinta". Karena setiap orang memiliki pandangan sendiri tentangnya.
Cinta adalah anugerah Illahi Rabbi. Sebagaimana yang diketahui, "cinta itu bermacam - macam", kata Quraish Shihab. Seperti Cinta Allah pada manusia atau sebaliknya, cinta manusia pada manusia, cinta manusia pada harta, dll.
Adanya penciptaan langit dan bumi dengan segala isinya merupakan salah satu bukti kecintaan Sang Khaliq pada makhluk-Nya. Allah mencintai orang - orang yang bertakwa, orang - orang yang sholih, muhsiniin, mu'miniin, yang selalu taat dan patuh pada-Nya.
Cinta manusia pada Allah diwujudkan dengan Iman yang tertanam dalam dirinya. Iman berarti percaya/yakin. Iman kepada Allah merupakan rukun iman pertama yang wajib diyakini oleh segenap umat Islam, begitupula dengan rukun iman selanjutnya. Dengan iman, ia terdorong untuk selalu menyebarkan Ihsan atau kebaikan. Berbuat baik semata - mata karena Allah SWT, dan menjauhi segala yang dilarang-Nya. Taat dan patuh merupakan salah satu dari wujud kecintaan manusia pada Allah SWT. Dalam mewujudkannya, manusia memiliki cara tersendiri, entah dalam ucapan atau perbuatannya. Wujud kecintaan yang mendalam pada Allah seperti yang dicontohkan oleh Rabi'ah al-Adawiyah seorang wanita sufi yang memiliki saham yang besar dalam memperkenalkan cinta Allah dalam dunia tashawuf. Dan masih banyak lagi contoh lain yang menunjukkan kecintaannya terhadap Yang Maha Kuasa.
Cinta manusia pada Allah diwujudkan dengan Iman yang tertanam dalam dirinya. Iman berarti percaya/yakin. Iman kepada Allah merupakan rukun iman pertama yang wajib diyakini oleh segenap umat Islam, begitupula dengan rukun iman selanjutnya. Dengan iman, ia terdorong untuk selalu menyebarkan Ihsan atau kebaikan. Berbuat baik semata - mata karena Allah SWT, dan menjauhi segala yang dilarang-Nya. Taat dan patuh merupakan salah satu dari wujud kecintaan manusia pada Allah SWT. Dalam mewujudkannya, manusia memiliki cara tersendiri, entah dalam ucapan atau perbuatannya. Wujud kecintaan yang mendalam pada Allah seperti yang dicontohkan oleh Rabi'ah al-Adawiyah seorang wanita sufi yang memiliki saham yang besar dalam memperkenalkan cinta Allah dalam dunia tashawuf. Dan masih banyak lagi contoh lain yang menunjukkan kecintaannya terhadap Yang Maha Kuasa.
Manusia lebih mudah untuk mencintai sesamanya. Cinta pada manusia pun beragam, cinta manusia pada pasangannya, cinta manusia pada orang tuanya, anak - anaknya, temannya, dll. Cinta manusia bermula dari pengenalan, mengenali seseorang yang dicintainya dari berbagai sudut pandang, bukan hanya memandangnya dengan sebelah mata. Setelah pengenalan akan timbul penghormatan terhadap apa yang menjadi milik orang yang dicintainya. Dalam cinta tidak ada kata "paksa". Cinta tidak memaksa orang yang dicintai menjadi apa yang diinginkan orang yang mencintainya. Setelah penghormatan maka akan timbul rasa tanggungjawab, kemudian kesetiaan. Tanpa keempat poin utama itu, maka cinta yang terjalin bukanlah cinta yang terhormat, juga bukan cinta yang tumbuh atas dasar tanggungjawab dan kesetiaan.
Quraish Shihab dalam kultumnya mengatakan bahwa puncak dari cinta manusia pada manusia dinamakan dalam Al - Qur'an yaitu Mawaddah, yang artinya kosongnya jiwa dari segala yang buruk. Setiap perbuatan yang dilakukan orang yang ia cintai selalu dianggap baik olehnya, dalam pandangannya, sikap yang ia lakukan selalu bernilai positif, tak ada cerca, tak ada hina. Banyak cara yang dilakukan manusia untuk mengungkapkan cinta, bisa dengan perkataan atau melalui perbuatan. Misalnya yaitu cinta orang tua pada anaknya, tanpa ungkapan kata, wujud kasih sayangnya dapat terlihat jelas dari caranya dalam memperilakukan anak - anaknya. Begitupula seorang anak pada orangtuanya, cintanya dibuktikan dengan ketaatannya terhadap nasihat orang tua.
Cinta manusia pada harta sudah banyak ditemukan dalam realita kehidupan, banyak orang yang berjibaku demi meraih harta, rela mengorban jiwa dan raga demi harta. Uang atau Al- Maalu merupakan perhiasaan dunia, tetapi seringkali keberadaannya menjadi tipu daya bagi manusia. Barangsiapa yang tertipu olehnya maka ia hanya akan meraih kenikmatan dunia yang fana. Allah berfirman dalam surat Al - Kahfi, "Al - Maalu wa al-Banuuna ziinatun al-Hayaati Ad-Dunyaa, wa al-Baaqiyatu as-Shoolihatu khoirun 'inda robbika tsawaaban wa khairu 'amalaa", "Harta dan anak - anak adalah perhiasaan kehidupan dunia tetapi amalan - amalan yang kekal lagi shaleh adalah baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan" ( QS. Al-Kahfi [18]:46 ).
Demikianlah sekilas pengetahuan tentang cinta, setiap orang berhak mencintai dan dicintai. Cintailah mereka yang patut dicintai. Cinta tak harus memiliki, ketika mencintai seseorang, maka do'akanlah ia agar selalu dilindungi Allah Ta'alaa dan senantiasa dapat meraih cita dan cintanya. Cinta yang hakiki adalah cinta Illahi Rabbi yang tak tertandingi oleh apapun dan siapapun. <3
Quraish Shihab dalam kultumnya mengatakan bahwa puncak dari cinta manusia pada manusia dinamakan dalam Al - Qur'an yaitu Mawaddah, yang artinya kosongnya jiwa dari segala yang buruk. Setiap perbuatan yang dilakukan orang yang ia cintai selalu dianggap baik olehnya, dalam pandangannya, sikap yang ia lakukan selalu bernilai positif, tak ada cerca, tak ada hina. Banyak cara yang dilakukan manusia untuk mengungkapkan cinta, bisa dengan perkataan atau melalui perbuatan. Misalnya yaitu cinta orang tua pada anaknya, tanpa ungkapan kata, wujud kasih sayangnya dapat terlihat jelas dari caranya dalam memperilakukan anak - anaknya. Begitupula seorang anak pada orangtuanya, cintanya dibuktikan dengan ketaatannya terhadap nasihat orang tua.
Cinta manusia pada harta sudah banyak ditemukan dalam realita kehidupan, banyak orang yang berjibaku demi meraih harta, rela mengorban jiwa dan raga demi harta. Uang atau Al- Maalu merupakan perhiasaan dunia, tetapi seringkali keberadaannya menjadi tipu daya bagi manusia. Barangsiapa yang tertipu olehnya maka ia hanya akan meraih kenikmatan dunia yang fana. Allah berfirman dalam surat Al - Kahfi, "Al - Maalu wa al-Banuuna ziinatun al-Hayaati Ad-Dunyaa, wa al-Baaqiyatu as-Shoolihatu khoirun 'inda robbika tsawaaban wa khairu 'amalaa", "Harta dan anak - anak adalah perhiasaan kehidupan dunia tetapi amalan - amalan yang kekal lagi shaleh adalah baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan" ( QS. Al-Kahfi [18]:46 ).
Demikianlah sekilas pengetahuan tentang cinta, setiap orang berhak mencintai dan dicintai. Cintailah mereka yang patut dicintai. Cinta tak harus memiliki, ketika mencintai seseorang, maka do'akanlah ia agar selalu dilindungi Allah Ta'alaa dan senantiasa dapat meraih cita dan cintanya. Cinta yang hakiki adalah cinta Illahi Rabbi yang tak tertandingi oleh apapun dan siapapun. <3


cinta.. setiap pribadi dan akal berhak menafsirkannya berbeda. dan setiap orang mempunyai seni dan gayanya tersendiri dalam mencinta. :)
BalasHapusssiip....:)
Hapusinna alladziina aamanuu wa'amilu as-shoolikhaati sayaj'alu lahumu ar-Rahmaanu Wuddaa :)
BalasHapusSetuju,,, smw berada dlm Hati. :)
BalasHapuskali ini ..ku sadari aku telah jatuh cinta...
BalasHapus